Sarli Pemuda Desa Kenje, Sukses Beternak Kambing Etawa
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

oplus_2
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Polman,- Semangat dan kerja keras membawa Sarli, pemuda asal Pa’bolongan, Dusun Galung, Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, sukses mengembangkan peternakan kambing etawa yang kini memiliki nilai jual tinggi dan pasar yang terus berkembang.
Di usia muda, Sarli memilih menekuni usaha peternakan kambing etawa dibanding hanya bergantung pada pekerjaan musiman. Keputusannya itu kini mulai membuahkan hasil setelah kambing ternaknya dipasarkan hingga ke luar Sulawesi Barat.
Saat ini, Sarli memelihara sekitar 40 ekor kambing etawa di kandang miliknya. Jenis kambing tersebut dikenal memiliki banyak keunggulan dibanding kambing biasa, mulai dari bobot tubuh yang besar, kualitas daging yang baik, hingga memiliki nilai kontes yang tinggi.
“Keunggulan kambing etawa ini ada pada ukuran tubuhnya yang besar, dagingnya bagus, dan punya nilai untuk kontes. Jadi peminatnya cukup banyak,” ujar Sarli.
Tak hanya dipasarkan di wilayah Sulbar, kambing etawa milik Sarli juga telah dikirim ke berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah hingga Manado.
Harga jual kambing etawa pun cukup menjanjikan. Untuk anakan kambing usia sekitar tiga bulan, Sarli menjualnya seharga Rp6.500.000 per dua ekor.
Menurut Sarli, usaha peternakan yang ia jalani berawal dari rasa penasaran dan keinginannya untuk belajar lebih jauh tentang kambing etawa.
“Saya pernah pergi belajar peternakan kambing di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari sana saya mulai paham cara memilih bibit, perawatan, sampai pemasaran kambing,” katanya.
Dalam perawatannya, Sarli mengaku pemeliharaan kambing etawa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kambing pada umumnya. Namun, pola pemberian pakan tetap harus diperhatikan agar pertumbuhan kambing tetap maksimal.
“Perawatannya hampir sama seperti kambing biasa. Untuk pakan kami kasih pakan segar dan juga pakan fermentasi secara bergantian supaya kambing tetap sehat dan pertumbuhannya bagus,” jelasnya.
Pengalaman yang didapat selama belajar di Pulau Jawa kemudian diterapkan di kampung halamannya hingga mampu mengembangkan usaha ternak secara mandiri.
Meski membutuhkan proses panjang, Sarli mengaku tidak pernah malu menekuni usaha peternakan karena menurutnya sektor tersebut memiliki peluang besar untuk anak muda desa.
“Kalau ditekuni serius, peternakan ini sangat menjanjikan. Saya berharap pemuda di kampung juga mau mencoba usaha seperti ini dan memanfaatkan potensi yang ada di desa,” ungkapnya.
Usaha yang dijalankan Sarli kini menjadi inspirasi bagi pemuda desa agar berani mengembangkan potensi peternakan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain membuka peluang usaha, peternakan kambing etawa juga dinilai memiliki pasar yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Dengan ketekunan dan kemauan belajar, Sarli membuktikan bahwa pemuda desa juga mampu sukses melalui sektor peternakan.(*)
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Tim liputan


