Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Beranda » SPKS Sulbar Koordinasi ke Polda dan OPD Terkait Isu Penutupan Perusahaan Sawit di Sulbar

SPKS Sulbar Koordinasi ke Polda dan OPD Terkait Isu Penutupan Perusahaan Sawit di Sulbar

  • account_circle Baritawarga
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beritawarga_Mamuju,– Serikat Pekerja Kelapa Sawit (SPKS) Sulawesi Barat mendatangi sejumlah instansi di tingkat provinsi, yakni Polda Sulawesi Barat, Dinas Perhubungan Sulbar, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Sulbar untuk berkoordinasi terkait isu penutupan sementara sejumlah perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

Kedatangan SPKS dilakukan menyusul beredarnya informasi bahwa beberapa perusahaan sawit menghentikan sementara aktivitas pembelian tandan buah segar (TBS) dari petani. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada ribuan petani sawit yang menggantungkan penghasilannya dari penjualan TBS.

Ketua SPKS Sulawesi Barat, Irfan, mengatakan pihaknya ingin memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab penghentian sementara pembelian TBS oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Menurutnya, terdapat informasi yang menyebutkan bahwa tangki penampungan crude palm oil (CPO) milik perusahaan telah penuh sehingga tidak lagi mampu menampung hasil produksi.

Selain itu, beredar pula kabar bahwa kapal pengangkut CPO yang biasa beroperasi mengalami penghentian aktivitas sehingga distribusi CPO dari Sulawesi Barat ke daerah tujuan ikut terhambat.

“Kami datang untuk berkoordinasi dan mencari tahu penyebab sebenarnya. Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan tangki penampungan CPO perusahaan sudah penuh, ditambah kapal pengangkut CPO berhenti beroperasi. Kami ingin memastikan kondisi ini agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan petani sawit,” kata Irfan.

Dalam koordinasi dengan Polda Sulawesi Barat, SPKS meminta aparat kepolisian turun langsung ke sejumlah perusahaan sawit untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi penampungan CPO.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah benar kapasitas tangki penyimpanan telah penuh seperti informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Sementara itu, kepada Dinas Perkimtahubda Sulbar, SPKS meminta agar dilakukan pengecekan terhadap aktivitas transportasi laut, khususnya kapal-kapal pengangkut CPO.

SPKS ingin memastikan ada atau tidaknya kendala operasional yang menyebabkan distribusi CPO terganggu sehingga berdampak pada penghentian pembelian TBS petani.

Adapun kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulbar, SPKS meminta pemerintah turut memantau gejolak harga TBS di tingkat perusahaan.

Menurut mereka, pengawasan perlu dilakukan agar tidak terjadi penurunan harga yang merugikan petani di tengah situasi yang belum jelas.

Di tengah kekhawatiran petani, SPKS juga menerima informasi bahwa salah satu perusahaan kelapa sawit yang sebelumnya menghentikan sementara aktivitas penerimaan TBS telah kembali beroperasi dan membuka pembelian dari petani.

Perusahaan tersebut diketahui kembali menerima hasil panen petani setelah sempat menutup layanan penerimaan selama beberapa jam.

Informasi tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi petani, meski SPKS menegaskan bahwa kondisi seluruh perusahaan sawit tetap perlu dipantau untuk memastikan aktivitas pembelian TBS berjalan normal dan tidak kembali mengalami penghentian secara mendadak.

“Kami mendapat informasi bahwa ada perusahaan yang sudah kembali membuka penerimaan TBS setelah sempat tutup beberapa jam. Ini tentu melegakan bagi petani. Namun, kami tetap meminta pemerintah dan pihak terkait memastikan kondisi seluruh perusahaan agar persoalan seperti ini tidak terus berulang dan merugikan petani,” ujar Irfan.

SPKS menilai kepastian informasi sangat penting agar para petani tidak dirugikan akibat ketidakjelasan kondisi di lapangan. Jika penghentian pembelian berlangsung lama, dikhawatirkan TBS milik petani tidak dapat segera dijual dan berpotensi mengalami penurunan kualitas maupun kerugian ekonomi.

Irfan menegaskan bahwa petani membutuhkan kepastian agar dapat mengambil langkah yang tepat terhadap hasil panen mereka.

“Kami berharap seluruh pihak terkait dapat bergerak cepat. Polda bisa memastikan kondisi penampungan CPO di perusahaan, Dinas Perhubungan mengecek distribusi melalui kapal, dan Dinas Perdagangan mengawasi perkembangan harga TBS. Dengan begitu, masyarakat, khususnya petani sawit, mendapatkan informasi yang jelas dan tidak dirugikan,” tegasnya.

Melalui koordinasi tersebut, SPKS berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah untuk memastikan rantai distribusi CPO kembali berjalan normal sehingga aktivitas pembelian TBS petani dapat kembali dilakukan oleh perusahaan.

SPKS juga meminta seluruh pihak memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat, khususnya petani sawit, agar tidak terjadi spekulasi yang dapat memperkeruh situasi di tengah kekhawatiran petani terhadap nasib hasil panen mereka.(*)

  • Penulis: Baritawarga
  • Editor: Tim Rerdaksi
  • Sumber: Tim liputan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Ditinju Pria Bermasker Saat Amankan Aksi Demonstrasi

    Polisi Ditinju Pria Bermasker Saat Amankan Aksi Demonstrasi

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Berita Warga
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju,- Seorang anggota kepolisian menjadi korban penganiayaan saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar salah satu organisasi mahasiswa di salah satu kantor di Mamuju, Sulawesi Barat. selasa(02/06/2026) Peristiwa tersebut terjadi ketika aparat kepolisian tengah mengawal jalannya demonstrasi agar tetap berlangsung aman dan tertib. Namun, di tengah kegiatan aksi, seorang pria besmasker diduga melakukan tindakan […]

  • UT Majene Wisuda 434 Mahasiswa, Ada Wisudawan Inspiratif

    UT Majene Wisuda 434 Mahasiswa, Ada Wisudawan Inspiratif

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Baritawarga
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Beritawarga,- Mamuju,– Universitas Terbuka Majene menggelar wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Magister Periode I Tahun 2026 dengan mengusung tema “Mewujudkan Lulusan Universitas Terbuka Majene yang Revolusioner, Berintegritas, dan Adaptif di Era Transformasi Global.” Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Maleo, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (11/05/2026). Turut […]

  • Ini Kronologi Kakek di Lekopa’dis Digigit Buaya…

    Ini Kronologi Kakek di Lekopa’dis Digigit Buaya…

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Beritawarga_Polman,- Seorang kakek bernama Mustari (75) nyaris meregang nyawa diterkam buaya di sungai Mandar tepatnya di Desa Lekopa’dis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, Sulbar. Rabu, (29/04/2026) Akibat serangan Buaya tersebut, Korban Mustari mengalami luka 7 luka gigitan di bagian samping perut dan belakang. Menurut cucu korban Didin mengaku Kakek Mustari pasa pukul 14:00 WITA setelah salat […]

  • Pasangan Lansia di Kalukku Tinggal di Gubuk Reot, Suami Sakit Stroke

    Pasangan Lansia di Kalukku Tinggal di Gubuk Reot, Suami Sakit Stroke

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju,- Sepasang suami istri lanjut usia di wilayah Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat hidup dalam kondisi memprihatinkan. Sang suami kini hanya bisa terbaring lemah setelah mengalami stroke, sementara sang istri setia merawat dengan segala keterbatasan. Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh relawan merah putih kalukku ke rumah lansia tersebut, diketahui sebelumnya sang kakek telah bertahun-tahun […]

  • Kapolresta Mamuju Warning Tambang Ilegal di Bibir Sungai Kalumpang

    Kapolresta Mamuju Warning Tambang Ilegal di Bibir Sungai Kalumpang

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju– Kapolresta Mamuju memberikan peringatan keras terhadap aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di bibir sungai wilayah Kalumpang dan Batuisi. Selain merusak ekosistem serta mencemari lingkungan, aktivitas tersebut juga dinilai sangat membahayakan keselamatan para pekerja. Penggunaan alat berat di area aliran sungai diduga mempercepat kerusakan struktur tanah yang berpotensi memicu longsor maupun banjir bandang. Polisi juga […]

  • Mobil Ambulans Masuk Jurang Akibat Tie Rod Patah

    Mobil Ambulans Masuk Jurang Akibat Tie Rod Patah

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju,– Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalur 2 Kali Mamuju, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis (18/6/2026) sore. Mobil ambulans bernomor polisi DC 8059 A yang dikemudikan oleh Arya (23) mengalami kecelakaan setelah kehilangan kendali dan jatuh ke jurang. Berdasarkan laporan kepolisian, kecelakaan bermula ketika kendaraan yang melaju dari arah Utara […]

expand_less