Petani Sawit di Mateng Mengeluh Harga TBS Anjlok, Perusahaan Hargai Rp.16.000/kg
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju Tengah,- Petani kelapa sawit di sejumlah wilayah di Mamuju Tengah Sulawesi Barat kembali mengeluhkan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dibeli oleh perusahaan. Harga sawit milik petani saat ini hanya dihargai sekitar Rp1.600 per kilogram, jauh di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp3.493. per kilogram. Jumat(22/05/2026)
Kondisi tersebut membuat para petani merasa dirugikan karena biaya perawatan kebun hingga ongkos panen dinilai tidak sebanding dengan hasil penjualan. Sejumlah petani mengaku terpaksa tetap menjual hasil panen mereka karena kebutuhan ekonomi sehari-hari.
“Kalau harga cuma Rp1.600, kami hampir tidak dapat keuntungan. Biaya pupuk mahal, biaya panen juga tinggi,” keluh salah seorang petani sawit Aco
Selain harga yang rendah, petani juga mengeluhkan antrean panjang di pabrik kelapa sawit yang menyebabkan buah sawit terlambat masuk dan kualitasnya menurun. Akibatnya, harga jual kembali dipotong oleh perusahaan.
Petani berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan terhadap perusahaan sawit agar harga pembelian TBS sesuai dengan ketetapan pemerintah.
Mereka juga meminta adanya solusi konkret agar petani kecil tidak terus-menerus menjadi pihak yang dirugikan di tengah ketidakstabilan harga sawit.
“Kalau harga terus begini, petani bisa semakin susah. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah,” ujar petani lainnya.(*)
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Tim liputan


