Ketua SPKS Sulbar Temui Bank dan Leasing, Minta Keringanan Cicilan untuk Petani Sawit
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju,- Ketua Asosiasi Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sulawesi Barat Irfan mendatangi sejumlah kantor perbankan, perusahaan leasing, serta Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat guna menyampaikan aspirasi para petani sawit yang tengah resah akibat anjloknya harga tandan buah segar (TBS).
Langkah tersebut dilakukan SPKS sebagai upaya meredam kegelisahan petani sawit yang saat ini mengalami tekanan ekonomi akibat turunnya pendapatan hasil panen.
Dalam pertemuan itu, SPKS meminta pihak perbankan dan leasing memberikan kebijakan atau keringanan pembayaran cicilan bagi petani sawit selama masa transisi kebijakan ekspor satu pintu yang akan mulai berlaku pada 1 Juli mendatang.
Kebijakan tersebut mengharuskan ekspor crude palm oil (CPO) dilakukan melalui BUMN ekspor. Para petani khawatir kebijakan itu berdampak terhadap stabilitas harga sawit di tingkat petani.
Ketua SPKS Sulbar Irfan mengatakan banyak petani kini kesulitan membayar cicilan kendaraan maupun pinjaman usaha karena harga TBS terus mengalami penurunan.
“Kami berharap ada perhatian dari pihak perbankan dan leasing agar petani diberikan ruang bernapas di tengah kondisi harga sawit yang belum stabil,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak perbankan dan leasing disebut merespon positif permintaan SPKS. Mereka akan mempelajari serta mengklasifikasikan data para petani sawit sebelum menentukan langkah atau kebijakan lanjutan.
Langkah yang dilakukan SPKS Sulbar itu juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat Muhammad Faizal Thamrin. Menurutnya, upaya membangun komunikasi dengan perbankan dan leasing merupakan langkah positif untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi petani sawit di tengah kondisi harga TBS yang menurun.
Kepala Dinas Perkebunan Sulbar juga meyakini gejolak penurunan harga sawit yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara. Ia optimistis kebijakan pemerintah terkait ekspor sawit melalui BUMN nantinya akan memberikan dampak positif bagi petani sawit, khususnya di Sulawesi Barat.
Menurutnya, kebijakan ekspor satu pintu diharapkan mampu memperbaiki tata niaga sawit nasional sehingga harga sawit di tingkat petani dapat lebih stabil dan memiliki nilai jual yang lebih baik ke depan.
SPKS berharap adanya solusi bersama antara pemerintah, perbankan, dan perusahaan pembiayaan agar kondisi ekonomi petani sawit tetap terjaga di tengah perubahan kebijakan tata niaga ekspor CPO.(*)
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Tim liputan


