Gerakan Cegah Stunting IAD Sulbar Langkah Nyata Tekan Stunting di Mamuju
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju – Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) terus menunjukkan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Mamuju. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah dengan melakukan berbagai intervensi pencegahan di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Selasa, (23/06/2026)
Ketua IAD Wilayah Sulbar, Nova Budi Panjaitan menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) per Januari 2025, terdapat 4.662 balita teridentifikasi stunting atau setara dengan 32 persen di Kabupaten Mamuju. Angka ini masih berada di atas rata-rata nasional dan menjadi prioritas penanganan bersama.
“Persoalan stunting di Mamuju merupakan tantangan yang harus ditangani bersama dan berkesinambungan. Stunting bukan masalah sepele karena merupakan masalah nasional yang krusial,” tegas Nova.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Budi Panjaitan selaku Pengawas IAD Wilayah Sulbar yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut mengingatkan bahwa masalah ini tidak bisa ditutup mata. Stunting mempengaruhi daya pikir dan daya tumbuh pada anak, sehingga berpotensi menyebabkan kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.
“Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama, khususnya bagi IAD Kejati Sulbar yang memiliki program binaan di bidang kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, IAD Wilayah Sulbar akan secara rutin melakukan kunjungan ke Posyandu di Kecamatan Simboro, yang merupakan salah satu lokus stunting di Mamuju. Dalam kunjungan tersebut, IAD menyerahkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan bahan makanan tambahan bergizi kepada para ibu dan balita.
Potensi Ikan Melimpah Jadi Senjata Andalan Cegah Stunting
Nova menyoroti bahwa Sulawesi Barat memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, yang seharusnya menjadi keunggulan dalam upaya pencegahan stunting. Ikan merupakan sumber protein hewani, asam lemak esensial, dan omega-3 yang sangat baik untuk perkembangan otak dan pertumbuhan anak.
“Kita terus menggalakkan program gemar makan ikan di kalangan masyarakat, terutama di wilayah pesisir seperti Kecamatan Simboro. Ikan yang bergizi dan berkualitas harus menjadi asupan utama bagi anak-anak kita,” ujar Nova.
Ia menambahkan bahwa pola asuh masyarakat pesisir perlu terus diperbaiki, terutama dalam hal pemberian makanan bergizi berbasis ikan kepada balita. Selama ini, banyak masyarakat pesisir justru lebih banyak menjual hasil tangkapan ikan dibandingkan mengonsumsinya sendiri, sehingga anak-anak kehilangan kesempatan mendapatkan asupan gizi terbaik yang tersedia di sekitar mereka.
“Kami mendorong para ibu untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan sejak dini. Selain murah dan mudah didapat, ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak agar terhindar dari stunting,” jelas Nova.
Kepala BKKBN Sulbar Apresiasi Langkah IAD, Jadi Penyemangat Baru
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Wahidah Paheng, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah IAD Wilayah Sulbar yang ikut getol ingin menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Menurutnya, kepedulian dan gerakan nyata dari IAD menjadi penyemangat baru dalam upaya menekan angka stunting di Sulbar.
Wahidah menilai bahwa kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan IAD sangat diperlukan untuk mempercepat penurunan stunting di Sulawesi Barat yang masih menjadi salah satu provinsi dengan prevalensi tertinggi di Indonesia.
“Edukasi dan KIE harus turun langsung ke masyarakat, bukan menunggu masyarakat datang. Langkah IAD turun ke lapangan adalah contoh nyata bagaimana kita semua harus bergerak bersama,” ujar Wahidah.
Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh KB sebagai ujung tombak program di lini lapangan, serta mengapresiasi gerakan moral dan program-program inovatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam percepatan penurunan stunting.
Wakil Bupati Mamuju Dukung Penuh Langkah Kolaboratif
Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif yang dilakukan IAD Wilayah Sulbar dan berbagai pihak dalam pencegahan stunting di Mamuju. Ia menilai sinergi antarinstansi dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk menekan angka stunting yang masih berada di atas 30 persen.
Yuki Permana mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju telah meluncurkan inovasi “Taki Asuh Stunting”, sebuah gerakan moral yang melibatkan aparat birokrasi menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting. Dalam program ini, Wakil Bupati sendiri mendapat amanah untuk mengasuh 10 anak stunting secara pribadi dengan menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi anak-anak tersebut.
“Gerakan moral ini merupakan komitmen kami untuk turun langsung membantu anak-anak stunting. Bantuan diantarkan langsung ke rumah mereka, sehingga kita bisa memantau kondisi dan perkembangan gizi anak-anak tersebut,” ujar Yuki.
Ia menambahkan bahwa peluncuran aplikasi “Asuh Stunting” juga menjadi salah satu upaya digitalisasi dalam percepatan penanganan stunting. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pemetaan dan penyaluran bantuan kepada anak-anak stunting di seluruh kecamatan di Kabupaten Mamuju.
“Kami sangat mengapresiasi langkah IAD Sulbar yang turut peduli terhadap masalah stunting. Ini membuktikan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Mari kita bergotong royong untuk mewujudkan Mamuju bebas stunting,” pungkas Yuki Permana.
Nova menaruh harapan besar agar ke depan, Sulawesi Barat dapat terbebas dari stunting, seperti yang telah dicapai oleh Provinsi Maluku Utara yang berhasil menekan angka stunting secara signifikan melalui berbagai program kolaboratif dan penguatan program gemar makan ikan.
“Dengan sinergi, gotong royong semua pihak, serta memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan yang melimpah, saya optimis kita bisa mewujudkan Sulawesi Barat yang bebas stunting, demi lahirnya generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkas Nova.
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: IAD sulbar


