Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Beranda » Angin Kencang Rusak 7 Rumah di Mamuju

Angin Kencang Rusak 7 Rumah di Mamuju

  • account_circle Baritawarga
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(BERITAWARGA_MAMUJU,- Sejumlah rumah warga dan pohon tumbang terdampak angin kencang disertai hujan lebat yang melanda wilayah dalam Kota Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (28/09/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju, sedikitnya tujuh rumah warga terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.

Ketujuh rumah yang terdampak berada di wilayah pesisir dan kawasan perbukitan yang dinilai rentan terhadap terpaan angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamuju, Taslim Sukirno, mengatakan kerusakan yang terjadi pada rumah warga tergolong ringan hingga sedang.

“Kerusakan rumah terdiri dari rusak sedang dan ringan saja,” ujar Taslim Sukirno.

Saat ini, BPBD Mamuju masih melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga yang terdampak untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan.

“Datanya kami masukkan dan kami akan memberikan bantuan jika anggaran kami mencukupi,” pungkasnya.

Sementara itu, Forecaster Klimatologi Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju, Made Gangga Bhaskara, menjelaskan bahwa angin kencang disertai hujan lebat yang terjadi pada akhir September 2026 berkaitan dengan kondisi peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan.

Menurutnya, wilayah Sulawesi Barat saat ini mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba, sehingga hujan mulai turun di sejumlah wilayah meski belum merata.

“Berdasarkan prediksi kami, musim hujan akan terjadi pada akhir bulan Oktober nanti. Untuk masa sekarang memasuki masa peralihan musim hujan, sehingga ada hujan sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Made menambahkan, kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Barat masih bervariasi. Sejumlah daerah belum memasuki musim penghujan dan masih mengalami kondisi relatif kering.

“Untuk keseluruhan wilayah Sulbar belum semua terjadi hujan. Untuk wilayah Polman dan Majene terpantau masih kering dan akan memasuki musim penghujan pada bulan November mendatang,” jelasnya.

BPBD Mamuju mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir dan perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan hujan lebat selama masa peralihan musim.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less