Demo di Kemenag Sulbar Berujung Ricuh
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju,- Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju di Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat berlangsung ricuh. Kamis(16/04/2026)
Kericuhan terjadi saat massa aksi melakukan pembakaran ban sebagai bentuk protes terhadap kebijakan dan dugaan praktik tidak profesional di tubuh Kementerian Agama.
Insiden bermula ketika aparat kepolisian berupaya memadamkan api dari pembakaran ban. Namun dalam proses tersebut, arah semprotan alat pemadam sempat mengarah ke massa aksi. Akibatnya, beberapa kader HMI mengalami gangguan pernapasan pada bagian hidung, mulut, hingga telinga akibat paparan asap dan semprotan tersebut.
Koordinator Lapangan dalam aksi HMI Cabang Mamuju Irwan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kami menduga adanya pola yang tidak netral dari aparat berupaya meredam suara kritis kami. Ini adalah bentuk pembungkaman,” tegas Korlap.
Dalam aksi tersebut, HMI Cabang Mamuju juga menyampaikan sejumlah tuntutan serius terkait dugaan maladministrasi dan penyalahgunaan kewenangan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat.
Tuntutan HMI Cabang Mamuju:
1. Mendesak menteri agama melalui itjen kemenag untuk audit kakanwil Kemenag Sulbar, dugaan KKN.
2. Meminta Menteri agama evaluasi menyeluruh terhadap pejabat yang dilantik yang diduga tidak memenuhi syarat integritas dan profesionalitas.
3. Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan praktik “mahar jabatan” dan penyalahgunaan kewenangan.
4. Menjamin kebebasan berpendapat tanpa intimidasi atau pembungkaman oleh aparat.
HMI Cabang Mamuju menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga tuntas serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.(*)
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Sahar
- Sumber: HMI


