Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Beranda » Warga Lenggo Berjalan Enam Jam Selamatkan Nyawa Ibu dan Bayi Ke Puskesmas Bulo

Warga Lenggo Berjalan Enam Jam Selamatkan Nyawa Ibu dan Bayi Ke Puskesmas Bulo

  • account_circle Baritawarga
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beritawarga_Polman, – Matahari belum sepenuhnya terbit saat kepanikan menyelimuti Dusun Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar. Rusiana , seorang ibu hamil yang sudah memasuki masa persalinan, harus berjuang melawan rasa sakit yang luar biasa. Namun, perjuangannya tak hanya melawan kontraksi, tapi juga medan ekstrem yang memaksanya harus ditandu berpuluh-puluh kilometer.

Perjalanan panjang dimulai sejak pukul 05.00 Wita dini hari dari rumahnya di Desa Lenggo menuju Pustu (Puskesmas Pembantu) setempat. Di sana, bidan desa memeriksa kondisi Rusiana dan langsung mengambil keputusan tegas  Rusiana harus dirujuk ke Puskesmas Bulo tidak boleh naik ojek atau kendaraan roda dua. Jalanan berlubang dan bergelombang dikhawatirkan akan memperburuk kondisi ibu dan janin. Satu-satunya cara adalah menandu.

“Bidan bilang, kondisi Rasdiana semakin melemah, dan menyarankan pasien harus dirujuk ke puskesmas Bulo. Jadi kami harus tandu, meskipun jaraknya sangat jauh,” ujar warga desa lenggo yang ikut menandu

Tanpa berpikir panjang, puluhan warga desa bahu-membahu menggotong tandu darurat yang terbuat dari kayu dan kain sarung. Mereka mulai berjalan kaki dari Pustu Desa Lenggo sejak sekitar pukul 06.00 Wita, setelah proses persiapan dan pembuatan tandu selesai.

Dan perjalanan ini diperkirakan memakan waktu hingga 6 jam lamanya baru akan tiba di Puskesmas Kecamatan Bulo. Artinya, rombongan baru akan sampai pada pukul 12.30 hingga 13.00 Wita siang nanti. Enam jam menembus terik matahari, menerobos jalan desa yang memprihatinkan dan berlubang di sana-sini.

Di atas tandu, Rusiana terbaring lemas. Sesekali ia merintih kesakitan. Warga yang bergantian menggotong tak berani berhenti lama. Setiap 15 menit, mereka bergantian posisi agar tak ada yang kelelahan.

kondisi Desa Lenggo sebuah kampung terpencil yang akses kesehatannya nyaris putus. Setiap kali ada warga sakit, atau ibu hamil yang hendak melahirkan, maka tandu darurat adalah satu-satunya “ambulan” yang mereka punya.

Tidak ada mobil ambulans yang bisa masuk. Tidak ada jalan mulus yang bisa dilewati kendaraan roda empat. Yang ada hanyalah jalanan bebatuan, tanjakan curam, dan genangan lumpur yang mengancam setiap langkah.

“Ini bukan pertama kalinya kami menandu warga sakit ke puskesmas. setiap ada warga sakit kami selalu tandu ke puskesmas Bulo selama 5 jam. ujar warga lenggo

Kampung ini terbiasa berperang melawan waktu. Ketika warga lain di kota bisa menelepon ambulans dan tiba di rumah sakit dalam hitungan menit, warga Desa Lenggo justru harus menghitung jam dan mengandalkan kekuatan otot.

Mereka tak punya pilihan. Jalanan yang rusak parah sejak bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan telah menjadi jurang pemisah antara mereka dan layanan medis yang layak.

“Kami sadar ini bukan sekadar gotong royong. Ini soal nyawa. Satu nyawa ibu dan satu nyawa bayi yang belum lahir. Tidak ada yang boleh menyerah,” tambahnya

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan momen haru. puluhan warga, dari pemuda hingga bapak-bapak setengah baya, bergantian menggotong di tengah jalanan bebatuan.

Keringat bercucuran, namun tak satu pun mengeluh. Mereka justru saling menyemangati, agar langkah mereka tetap kompak. Rasa prihatin, solidaritas sosial, dan kekompakan masih terjaga erat di desa lenggo. Di tengah keterbatasan yang begitu menyakitkan, justru di situlah kemanusiaan menyala paling terang.

Hingga berita ini diturunkan, rombongan tandu diperkirakan masih berada di separuh perjalanan. Mereka terus berjalan menyusuri jalanan yang seolah tak berujung, sementara nyawa Rusiana dan calon bayinya terus berdetak di ujung tandu.

Beginilah nasib Desa Lenggo, di mana sehat adalah anugerah, dan sakit adalah perjalanan panjang penuh air mata. Satu harapan menggantung di udara pagi yang menyengat. semoga enam jam perjuangan ini berakhir dengan selamat, dan tangis bayi pecah menyambut datangnya kehidupan di tengah keprihatinan yang begitu dalam.

Namun yang lebih dari itu, warga Lenggo berharap berharap suatu hari nanti mereka tak lagi harus menandu orang sakit. Mereka berharap ada jalan mulus, ada ambulans, ada akses yang layak. Karena setiap nyawa berhak untuk diselamatkan, bukan hanya digotong dalam keprihatinan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samsul Mahmud Cari Cara Terbaik Pertahankan PPPK

    Samsul Mahmud Cari Cara Terbaik Pertahankan PPPK

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Beritawarga_Polman,. Dalam video unggahan Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud saat apel di halaman kantornya beberapa waktu menegaskan bahwa dirinya sebagai kepala daerah akan mempertahankan ASN PPPK ditengah tantantangan finansial daerah yang minim. Samsul Mahmud mengatakan PPPK full waktu tak perlu galau dan risau Pemda akan mencari solusi terbaik yang tidak akan merugikan ASN meski aturan […]

  • Satu Keluarga di Mamuju Korban Penipuan Kerberangkatan Haji Mengaku Rugi Ratusan Juta Rupiah

    Satu Keluarga di Mamuju Korban Penipuan Kerberangkatan Haji Mengaku Rugi Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Baritawarga
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju — Tangis dan kekecewaan menyelimuti satu keluarga calon jemaah haji di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Harapan untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026 pupus setelah mereka diduga menjadi korban penipuan dengan modus percepatan keberangkatan haji yang diduga dilakukan oleh oknum ASN berinisial MY bersama rekannya ST. Kasus tersebut kini resmi dilaporkan ke SPKT Polresta Mamuju […]

  • Gubernur Sulbar Terima Aspirasi Kerajaan Balanipa di Momentum Lebaran

    Gubernur Sulbar Terima Aspirasi Kerajaan Balanipa di Momentum Lebaran

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Berita Warga
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, menyampaikan apresiasi atas kehadiran enam pemerintah kabupaten dalam kegiatan silaturahmi Idulfitri yang digelar di rumah jabatan gubernur, Minggu, 22 Maret 2026. Menurutnya, momentum Lebaran menjadi kesempatan penting untuk mempererat hubungan serta saling memaafkan antar pimpinan daerah di Sulbar. “Alhamdulillah, enam pemerintah kabupaten kita sudah bersilaturahmi. Kita saling […]

  • Samapta Polresta Mamuju Bantu Warga Kekurangan Air Bersih

    Samapta Polresta Mamuju Bantu Warga Kekurangan Air Bersih

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BERITAWARGA_MAMUJU, – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau panjang, Personel Satuan Samapta Polresta Mamuju melaksanakan bakti sosial berupa penyaluran bantuan air bersih kepada warga di BTN Suryani 2, Kabupaten Mamuju, Rabu (29/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sat Samapta Polresta Mamuju memanfaatkan Kendaraan Taktis Armoured Water Cannon (AWC) sebagai sarana pendistribusian air bersih kepada […]

  • Kapolresta Mamuju Warning Tambang Ilegal Perusak Lingkungan di Kalumpang

    Kapolresta Mamuju Warning Tambang Ilegal Perusak Lingkungan di Kalumpang

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju– Kapolresta Mamuju memberikan peringatan keras terhadap aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di bibir sungai wilayah Kalumpang dan Batuisi. Selain merusak ekosistem serta mencemari lingkungan, aktivitas tersebut juga dinilai sangat membahayakan keselamatan para pekerja. Penggunaan alat berat di area aliran sungai diduga mempercepat kerusakan struktur tanah yang berpotensi memicu longsor maupun banjir bandang. Polisi juga […]

  • Jemaah Haji Asal Mateng Tunaikan Kurban Dam, Pertama di Sulbar Diikuti 113 Jemaah

    Jemaah Haji Asal Mateng Tunaikan Kurban Dam, Pertama di Sulbar Diikuti 113 Jemaah

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Baritawarga
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju Tengah,- Sebanyak 113 jemaah haji melaksanakan kurban dam di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi pelaksanaan penyembelihan hewan dam pertama yang dilaksanakan di Sulawesi Barat untuk jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci. Dari total 113 jemaah yang mengikuti kurban dam, sebanyak 70 orang merupakan jemaah asal Mamuju Tengah, […]

expand_less