Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Beranda » Nelayan Tak Melaut, Imbas Sulitnya Peroleh BBM Jenis Solar

Nelayan Tak Melaut, Imbas Sulitnya Peroleh BBM Jenis Solar

  • account_circle Beritawarga
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERITAWARGA_MAMUJU,- Sekitar 500 lebih nelayan di Lingkungan Lembang, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa tidak melaut akibat kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Selasa (13/10/2026

Kondisi ini membuat aktivitas nelayan terhenti. Sebagian nelayan memilih memperbaiki kapal sembari menunggu ketersediaan solar, sementara beberapa lainnya terpaksa pulang ke kampung halaman karena tidak memiliki biaya untuk melaut.

Terhentinya aktivitas tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian keluarga nelayan. Pasalnya, melaut merupakan sumber penghasilan utama mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang anak buah kapal (ABK), Edo, mengungkapkan bahwa dirinya bersama nelayan lainnya sudah sepekan tidak melaut karena terkendala pasokan solar.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sejumlah nelayan kehilangan mata pencaharian. Bahkan, sekitar 50 kapal nelayan dilaporkan terparkir di Sungai Lembang karena tidak dapat beroperasi.

“Ada anggota kami terpaksa pulang karena tidak ada solar dan kapal tidak bisa melaut. Terdapat sekitar 50 kapal nelayan parkir di Sungai Lembang. Saya tidak mengerti mengapa pemerintah tidak memfasilitasi solar untuk kami gunakan melaut,” ungkap Edo.

Edo juga mengeluhkan penyaluran solar melalui SPBU yang ditunjuk sebagai mitra nelayan. Ia menyebut, surat rekomendasi yang diterbitkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju diduga belum menjadi jaminan bagi nelayan untuk mendapatkan solar di SPBU tersebut.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan nelayan memperoleh akses BBM agar dapat kembali melaut dan menghidupi keluarga mereka.

“Kami berharap pemerintah memfasilitasi nelayan untuk memperoleh bahan bakar solar agar bisa kembali melaut dan tidak menganggur,” harapnya.

Keluhan serupa disampaikan Mahmuddin, nelayan lainnya. Ia mengaku kesulitan mendapatkan solar di SPBU meskipun telah mengantongi surat rekomendasi dari DKP Mamuju.

Akibatnya, sebagian nelayan terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi, yakni berkisar Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per liter.

“Sudah beberapa hari tidak melaut karena kesulitan solar. Adapun harga BBM di pengecer mencapai Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per liter. Itu sangat membebani nelayan,” ujar Mahmuddin.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperburuk kehidupan nelayan, khususnya ABK yang sangat bergantung pada hasil tangkapan harian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ia menegaskan, nelayan tidak melaut bukan karena cuaca buruk, melainkan karena kesulitan mendapatkan BBM sebagai kebutuhan utama untuk mengoperasikan kapal.

“Sangat memprihatinkan kehidupan nelayan sekarang, khususnya ABK. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit. Kami tidak melaut bukan karena cuaca, tetapi karena sulitnya memperoleh BBM jenis solar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Nelayan Mamuju, Andi Busman Anwar, mengungkapkan bahwa kesulitan memperoleh solar telah dirasakan nelayan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Andi Busman, surat rekomendasi yang diterbitkan DKP Mamuju belum berjalan efektif di SPBU mitra nelayan. Salah satu kendala yang dikeluhkan adalah keterbatasan kuota BBM yang tersedia.

Ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menambah kuota solar bagi nelayan, khususnya di SPBU Simboro dan SPBN Sumare yang ditunjuk sebagai tempat pemenuhan BBM nelayan.

“Saya meminta dinas terkait agar bekerja sama dengan pengelola SPBU untuk menambah kuota BBM jenis solar di SPBU yang menjadi mitra nelayan, yakni SPBU Simboro dan SPBN Sumare,” tegas Andi Busman.

Andi Busman menjelaskan, kebutuhan solar untuk satu kapal nelayan dalam sekali melaut dapat mencapai 150 liter. Dengan kebutuhan sebesar itu, ketersediaan dan kepastian akses BBM menjadi faktor penting agar nelayan dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

Ia pun berharap pemerintah tidak hanya menambah kuota solar, tetapi juga mempertimbangkan pembangunan SPBN baru apabila fasilitas yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan nelayan.

Keluhan ratusan nelayan di Lembang ini menjadi perhatian serius karena keterbatasan BBM tidak hanya menghentikan aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga mengancam pendapatan keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

Nelayan kini berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi konkret agar penyaluran solar sesuai kebutuhan, surat rekomendasi dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan mereka tidak terus-menerus kehilangan hari kerja akibat kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Sementara itu, Asisten Manager SPBU Simboro Zulkasih mengatakan pihaknya selalu memberikan pelayanan pembelian BBM jenis solar untuk nelayan, namun kuota Solar di SPBU terbatas hanya 8000. liter perhari itu untuk melayani kendaraan dan Nelayan.

“SPBU Simboro bukan SPBN melainkan SPBU reguler yang diwajibkan melayani kendaraan, adapun pemberian pelayanan kepada nelayan itu merupakan kebijakan dari manager kami di SPBU, dan masalah yang dirasakan nelayan saat ini adalah kuota yang terbatas hanya 8.000 liter perhari,”Ujar Zulkasih

Zulkasih menambahkan pihaknya melayani nelayan sekitar 50 rekomendasi atau 50 kapal dan jatah perkapal itu bervariasi hingga 2 ton solar dalam pertriwulan.

“kami berharap ada penambahan kuota dari pihak Pertamina dari 8000 menjadi 16.000 liter perhari demi memenuhi kebutuhan nelayan di Mamuju, itu bisa diberikan jika ada rekomendasi BBM tambahan dari Bupati,”Kata Zulkasih

ia juga menambahkan tiga SPBU dalam kota Mamuju hanya SPBU Simboro yang melayani petani, sehingga harus membagi kuota terbatas tersebut antara kendaraan dengan kebutuhan nelayan.

  • Penulis: Beritawarga
  • Editor: Tim Rerdaksi
  • Sumber: Nelayan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Ledakan Kamar Kos di Mamuju Meninggal Saat Perjalanan Rujukan

    Korban Ledakan Kamar Kos di Mamuju Meninggal Saat Perjalanan Rujukan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Baritawarga
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Beritawarga,- Mamuju – Rita Melati (39), korban ledakan kamar kos di Jalan Andi Depu, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius. Korban menghembuskan napas terakhir saat dirujuk ke Makassar pada Sabtu malam (9/5/2026), tepatnya ketika ambulans melintas di wilayah Majene. “Korban meninggal dunia di […]

  • Peringati Maulid Nabi 1448 H, TK Pembina Pertiwi Pemwilda Mamuju Tampilkan Kreasi Tari dan Pertunjukan Islami

    Peringati Maulid Nabi 1448 H, TK Pembina Pertiwi Pemwilda Mamuju Tampilkan Kreasi Tari dan Pertunjukan Islami

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 301
    • 0Komentar

    BERITAWARGA_MAMUJU,- TK Pembina Pertiwi Pemwilda Mamuju menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan berlangsung meriah dan diisi dengan penampilan kreasi tarian serta pertunjukan islami dari para murid TK. Acara tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Mamuju, para orang tua murid, dan pengurus komite TK. Peringatan maulid mengusung tema “Kita Wujudkan Generasi […]

  • Pasca Kebakaran Murid TK Ponpes Hidayatullah Belajar Dalam Tenda

    Pasca Kebakaran Murid TK Ponpes Hidayatullah Belajar Dalam Tenda

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju,- Pasca kebakaran Minggu (19/04/2026) proses belajar mengajar di TK Al Furqon Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju diliburkan sementara. Hari ini ratusan murid TK Al Furqon baru memulai kembali masuk proses belajar pasca kebakaran di tenda darurat bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Mamuju.Jumat,(24/04/2026) “Hari ini baru masuk belajar, dan proses belajarnya di dalam tenda darurat dan […]

  • Why Netflix shares are down 10%

    Why Netflix shares are down 10%

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Cursus iaculis etiam in In nullam donec sem sed consequat scelerisque nibh amet, massa egestas risus, gravida vel amet, imperdiet volutpat rutrum sociis quis velit, commodo enim aliquet. Nunc volutpat tortor libero at augue mattis neque, suspendisse aenean praesent sit habitant laoreet felis lorem nibh diam faucibus viverra penatibus donec etiam sem consectetur vestibulum purus […]

  • Pegawai Rutan Klas IIB Mamuju Ucapkan Ikrar Pemasyarakatan

    Pegawai Rutan Klas IIB Mamuju Ucapkan Ikrar Pemasyarakatan

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Baritawarga
    • visibility 61
    • 0Komentar

    BERITAWARGA_MAMUJU,- Rutan Kelas IIB Mamuju menggelar kegiatan pembacaan ikrar pemasyarakatan bersih dari Handphone ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk komitmen menjaga integritas serta menciptakan lingkungan rutan yang aman dan tertib. Jumat (08/05) Kegiatan yang berlangsung di halaman rutan Rutan Mamuju dan berlangsung khidmat. Seluruh peserta tampak mengikuti pembacaan ikrar dengan […]

  • Bejat, Ayah Rudapaksa Anak Kandung di Kebun

    Bejat, Ayah Rudapaksa Anak Kandung di Kebun

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Beritawarga
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Beritawarga_Mamuju.- Tim Resmob Polresta Mamuju menangkap seorang pria asal kecamatan Tapalang, kabupaten Mamuju karena diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan dan pemaksaan. Kamis(09/04/2026) ironisnya korban yang diperkosa oleh terduga pelaku adalah anak kandungnya dari istri pertama pelaku yang masih berusia dibawah umur. Mendapat laporan dari masyarakat Kapolresta Mamuju Kombes Pol. FERDYAN INDRA FAHMI memerintahkan Polsek dan […]

expand_less