Misteri Kematian di Wisma Mamuju: Tak Ada Kekerasan, Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Buru Sosok Perempuan di CCTV
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BeritaWarga, Mamuju,– Kematian seorang pria yang ditemukan tak bernyawa di dalam kamar sebuah wisma di Jalan Pengayoman, Kelurahan Rimuku, Mamuju, Sulawesi Barat, masih menyisakan teka-teki. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut, sementara publik penasaran dengan sosok perempuan yang terakhir kali terlihat bersama korban.
Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso yang melakukan pemeriksaan awal memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Keluarga Yakin Penyakit Jantung, Autopsi Ditolak
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan bahwa pihak keluarga memiliki keyakinan kuat mengenai penyebab kematian. Mereka meyakini bahwa korban meninggal akibat serangan penyakit jantung yang memang telah lama dideritanya.
Atas dasar keyakinan tersebut, keluarga secara tegas menolak dilakukannya tindakan autopsi. “Sekarang ini korban sudah diserahkan kepada keluarganya dan sudah diantarkan ke Makassar untuk dikebumikan. Istri dan anaknya bertempat tinggal di Makassar,” ujar Herman Basir, Selasa (17/6).
Polisi Tak Tinggal Diam: Investigasi CCTV dan Tes Retina Mata
Meski keluarga telah menerima kepergian korban, pihak kepolisian dari Satreskrim Polresta Mamuju tetap bergerak untuk mengungkap fakta di balik peristiwa ini. Mereka tidak serta merta menutup kasus hanya karena absennya kekerasan fisik.
Langkah awal yang ditempuh adalah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian. Rekaman tersebut berhasil dicetak dan menjadi petunjuk penting: ada sosok perempuan yang sempat menemani korban sebelum kejadian naas itu terjadi.
Namun, upaya identifikasi menemui jalan buntu. “Penyidik sudah melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan dari beberapa orang yang bekerja di tempat hiburan malam, dan tidak ada yang mengenal sosok perempuan yang sempat menemani korban,” jelas Herman.
Teknologi Canggih Dikerahkan, Siapa Sosok Perempuan Itu?
Kegagalan mengenali wajah perempuan tersebut melalui keterangan saksi membuat polisi menempuh jalur teknologi yang lebih mutakhir. Penyidik membawa hasil cetakan foto dari rekaman CCTV tersebut ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk dilakukan uji retina mata.
Melalui teknologi pengenalan wajah (facial recognition) dan pencocokan biometrik, polisi berharap dapat segera mengungkap identitas perempuan misterius yang tertangkap kamera pengawas wisma tersebut. Hasil dari tes retina ini dinantikan untuk mengungkap keterkaitan perempuan itu dengan peristiwa meninggalnya korban.
Saat ini, publik Mamuju masih menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut. Apakah kematian ini murni karena faktor medis seperti yang diyakini keluarga, atau ada sisi lain yang perlu diungkap? Semua masih menjadi pertanyaan besar yang menunggu jawaban dari tim kepolisian.
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Polresta Mamuju


