Jemaah Haji Asal Mateng Tunaikan Kurban Dam, Pertama di Sulbar Diikuti 113 Jemaah
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju Tengah,- Sebanyak 113 jemaah haji melaksanakan kurban dam di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi pelaksanaan penyembelihan hewan dam pertama yang dilaksanakan di Sulawesi Barat untuk jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Dari total 113 jemaah yang mengikuti kurban dam, sebanyak 70 orang merupakan jemaah asal Mamuju Tengah, sementara sisanya berasal dari berbagai daerah lain, termasuk Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Pelaksanaan penyembelihan hewan dam berlangsung selama dua hari. Hari pertama dilaksanakan pada 29 Mei 2026 di wilayah Pasar Baru, Kabupaten Mamuju Tengah. Sementara hari kedua dilaksanakan pada 30 Mei 2026 di Pondok Pesantren Ibnu Abbas, Dusun Lembah Harapan, Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Barat, Ahmad Barambangi, menjelaskan bahwa kurban dam merupakan kewajiban bagi jemaah yang melaksanakan haji tamattu’, yaitu menjalankan umrah terlebih dahulu sebelum menunaikan ibadah haji.
“Pelaksanaan dam tidak harus dilakukan di Arab Saudi. Sesuai ketentuan syariat, penyembelihan dapat dilakukan di daerah asal jemaah sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dari total 113 peserta kurban dam tersebut, sebanyak 21 jemaah memilih berkurban secara kolektif dengan tiga ekor sapi, di mana satu ekor sapi mewakili tujuh orang jemaah. Sementara 92 jemaah lainnya menunaikan dam dengan masing-masing satu ekor kambing.
Secara keseluruhan, hewan dam yang disembelih terdiri atas tiga ekor sapi dan 92 ekor kambing.
Daging hasil penyembelihan tidak hanya dibagikan kepada masyarakat sekitar, tetapi juga disalurkan ke sejumlah lembaga pendidikan keagamaan. Sebanyak 19 pondok pesantren menerima distribusi hewan dam, dengan alokasi rata-rata tiga ekor hewan untuk setiap pondok pesantren.
Selain itu, sebagian daging kurban juga disalurkan kepada para mustahik serta masyarakat di kampung-kampung mualaf yang membutuhkan.
Ahmad Barambangi mengatakan, pelaksanaan dam di daerah memberikan dampak sosial yang besar karena selain memenuhi kewajiban ibadah jemaah haji, juga membantu memperkuat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh jemaah haji asal Sulawesi Barat yang saat ini berada di Makkah dapat menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.
“Kami terus mengingatkan para jemaah agar menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik,” katanya.
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Tim liputan


