Ibu Hamil Dari Desa Ratte Ditandu 9 KM
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Polewali Mandar,- Kisah pilu dialami seorang ibu hamil bernama Masni, warga Desa Ratte, Kecamatan Tu’bi Taramanu (Tubbi Taramanu), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Selasa(19/05/2026)
Demi mendapatkan pertolongan medis, Masni harus ditandu secara gotong royong oleh warga sejauh kurang lebih 9 kilometer melewati medan sulit menuju titik jalan yang dapat dilalui ambulans.
Peristiwa itu terjadi pada pagi hari saat kondisi Masni semakin kritis dan membutuhkan penanganan segera.
Minimnya akses jalan kendaraan membuat warga bersama keluarga terpaksa menandu Masni menggunakan alat seadanya melewati jalan setapak, tanjakan, sungai, dan medan berlumpur demi mencapai akses transportasi menuju rumah sakit.
Setelah tiba di jalan poros, Masni kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Pratama Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis. Setibanya di rumah sakit, Masni langsung menjalani operasi persalinan.
Namun nahas, bayi yang dikandungnya tidak dapat diselamatkan. Diduga sang bayi meninggal dunia di dalam kandungan saat perjalanan panjang menuju fasilitas kesehatan.
Salah seorang warga yang ikut menandu Masni mengaku perjalanan menuju akses jalan kendaraan sangat berat karena kondisi medan yang licin dan harus melewati sungai.
“Kami bergantian menandu karena jalannya berat sekali. Yang penting saat itu ibu dan bayinya bisa cepat sampai ke rumah sakit. Tapi kami juga sedih karena bayinya akhirnya tidak tertolong,” ujar seorang warga.
Warga lainnya berharap pemerintah dapat segera memperhatikan akses jalan dan fasilitas kesehatan di daerah pedalaman agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kalau jalannya bagus dan mobil bisa masuk sampai kampung, mungkin ibu hamil atau orang sakit tidak perlu lagi ditandu jauh seperti ini,” kata warga lainnya.
Peristiwa ini kembali menggambarkan beratnya akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman Sulawesi Barat, khususnya bagi warga yang berada di daerah terpencil dengan kondisi infrastruktur yang masih terbatas.
Meski diselimuti duka, aksi gotong royong warga Desa Ratte menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat pedalaman dalam membantu sesama di tengah keterbatasan fasilitas dan akses pelayanan dasar.(*)
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Tim liputan


