Warga Resah, Karhutla Kian Mendekati Permukiman di Desa Sumare
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITAWARGA_MAMUJU,– Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Dusun Tali Salambang dan Dusun Tanjung Batu Selatan, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Selasa (7/7/2026), membuat warga sekitar diliputi kekhawatiran. Kobaran api yang mulai terlihat sekitar pukul 08.00 WITA terus merambat hingga mendekati kawasan permukiman.
Kepala lingkungan, Talisa Lambang, Suardi, mengatakan hingga siang hari api masih terus membakar pepohonan dan semak belukar di kawasan perbukitan. Kondisi tersebut membuat masyarakat waswas karena jarak api dengan rumah warga semakin dekat.
Menurut Suardi, kebakaran pertama kali terlihat pada pagi hari. Cuaca yang panas disertai embusan angin membuat kobaran api dengan cepat meluas ke berbagai titik.
“Iya, masih menyala sampai sekarang apinya, api terlihat sejak pagi hari sekitar pukul 8:00 WITA dibelakang gunung, masuk pukul 14:00 siang, api mulai mendekat, warga dan petugas damkar berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. hingga saat ini pukul 21:00 upaya pemadaman masih terus dilakukan,” katanya
Suardi belum mengetahui penyebab pasti kebakaran hutan di perbukitan, karena asap api terlihat pertama dibelakang bukit dan kebakaran kian meluas ketiga dusun di desa Sumare.
“Kami khawatir kalau api terus menjalar dapat mengancam permukiman warga,” ujarnya.
Suardi berharap proses pemadaman dapat segera dilakukan agar api tidak semakin meluas dan membahayakan keselamatan masyarakat maupun merusak lebih banyak lahan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju bersama Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Sulawesi Barat telah mengerahkan armada pemadam kebakaran serta mobil tangki air ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Koordinator Lapangan Pemadam Kebakaran Mamuju, Nuralam mengatakan seluruh personel difokuskan untuk mencegah api mencapai kawasan permukiman.
“Prioritas kami adalah melindungi masyarakat. Personel bersama armada telah kami kerahkan untuk melokalisir api agar tidak merambat ke rumah-rumah warga. Kami juga terus melakukan pemantauan berupaya memotong jalur penyebaran api,” ujar Randi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas, sementara warga diminta tetap waspada dan segera melaporkan apabila terdapat titik api baru di sekitar permukiman.(*)
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Tim liputan


