Sekretaris DPD GMNI Sulbar Jadi Korban Pengeroyokan di Mamuju
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju,- Sekretaris DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat, Yudi, menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di Lingkungan Tahaya-haya, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, Minggu malam (7/6/2026).
Akibat kejadian tersebut, Yudi mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, rahang, tulang rusuk sebelah kiri, serta luka lecet pada kedua lutut dan lengan. Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Mamuju.
Peristiwa bermula saat Yudi mendatangi lokasi untuk mengonfirmasi insiden pemukulan yang sebelumnya dialami adik kandungnya sekitar pukul 22.00 WITA di kawasan yang sama. Namun, upaya penyelesaian secara baik-baik justru berujung pengeroyokan.
“Sekitar jam 10 malam adik saya dipukul saat melintas di Lingkungan Tahaya-haya. Saya datang untuk mengonfirmasi dan mencari jalan penyelesaian secara baik-baik,” kata Yudi, Senin (8/6/2026).
Yudi mengaku baru saja mempertanyakan kronologi kejadian yang menimpa adiknya ketika beberapa orang tiba-tiba menyerangnya.
“Saat itu saya mempertanyakan bagaimana sebenarnya masalah yang terjadi. Tapi mereka tiba-tiba maju dan memukul saya hingga terjatuh,” ujarnya.
Setelah terjatuh, Yudi mengaku kembali menjadi sasaran pukulan dan tendangan secara bersama-sama. Korban bahkan sempat diseret beberapa meter dari lokasi awal kejadian.
Akibat pengeroyokan tersebut, ia mengalami nyeri pada bagian rusuk kiri, rahang kiri, dan kepala belakang hingga kesulitan mengunyah makanan.
“Saya tidak terlalu ingat bagaimana semuanya terjadi karena berlangsung cepat. Yang saya rasakan sangat sakit di bagian rusuk kiri, kepala belakang, dan rahang kiri. Sampai sekarang saya susah mengunyah,” tuturnya.
Usai kejadian, Yudi didampingi keluarga dan rekan-rekannya melapor ke Polresta Mamuju. Ia juga telah menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju untuk kepentingan penyelidikan.
Keluarga besar GMNI Mamuju mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. Ketua DPC GMNI Mamuju, Dicky Wahyudi, meminta polisi bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku.
“Kami meminta aparat kepolisian segera bertindak dan mengamankan para pelaku agar kasus ini bisa diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Dicky.
Hingga Senin (8/6/2026),
Polresta Mamuju belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus dugaan pengeroyokan tersebut.
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Tim liputan


