HMI Manakarra Laporkan Proyek Balai Kota Mamuju
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju,- Gedung Balaikota Mamuju yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp48 miliar hingga kini belum juga difungsikan sebagai pusat perkantoran pemerintahan.
Kondisi tersebut memicu sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra yang akhirnya melaporkan dugaan korupsi proyek itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, Senin (18/5/2026).
Laporan tersebut diserahkan langsung di ruang SPKT Kejari Mamuju dengan membawa satu bundel dokumen yang disebut berkaitan dengan proses pembangunan gedung yang berlangsung sekitar empat tahun lamanya.
Sekretaris HMI Cabang Manakarra, Masril, mengatakan proyek pembangunan Balaikota Mamuju dinilai menyimpan banyak persoalan. Selain belum dimanfaatkan hingga saat ini, proses pembangunannya juga diduga bermasalah.
“Kami menduga ada pelanggaran dalam pembangunan gedung Balaikota Mamuju. Karena itu kami resmi melaporkan dugaan korupsi ini ke Kejari Mamuju,” ujar Masril kepada wartawan.
Menurutnya, proyek bernilai fantastis tersebut seharusnya sudah bisa dimanfaatkan untuk pelayanan publik. Namun hingga kini gedung tersebut belum digunakan, sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait penggunaan anggaran daerah.
HMI juga mendesak Kejari Mamuju segera bergerak menindaklanjuti laporan tersebut. Bahkan organisasi mahasiswa itu mengancam akan menggelar aksi demonstrasi apabila laporan mereka tidak segera diproses.
“Kalau dalam waktu 2×24 jam tidak ada tindak lanjut, kami akan turun aksi di Kejari Mamuju,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Mamuju, Antonius, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan korupsi proyek Balaikota Mamuju dari HMI Cabang Manakarra.
“Laporan sudah kami terima dan selanjutnya akan dipelajari serta ditindaklanjuti sesuai mekanisme,” kata Antonius.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terlebih karena proyek pembangunan gedung pemerintahan tersebut menyerap anggaran besar namun belum juga difungsikan hingga sekarang.
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Tim liputan


