Armada Damkar Tua Rusak di Lokasi Kebakaran Lahan Diderek ke Markas
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITAWARGA_MAMUJU,— Saat kobaran api masih melahap hutan di Rangas dan Sumare, satu unit armada pemadam kebakaran justru mati total di lokasi kejadian. Bukan karena kehabisan air, melainkan pompa bahan bakar yang rusak diduga kuat akibat faktor usia tua.
Unit yang bertugas memadamkan api di TKP Rangas itu ambruk di tengah medan saat operasi masih berlangsung. Alih-alih terus menyemprot, kendaraan dinas berusia tua tersebut terpaksa diderek pulang sejauh 10 kilometer dari Rangas menuju markas pemadam di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, melintasi jalan arteri yang padat kendaraan.
Ironisnya, saat satu armada ditarik mundur, petugas lainnya masih harus berjibaku melawan si jago merah yang menyasar di dua titik lokasi sekaligus yaitu Rangas dan Sumare.
“Kami kewalahan. Saat api masih membesar, satu unit kami malah mogok di lokasi. Mau tidak mau harus diderek pulang,” ujar Randy Noretadi, Kabid Damkar Dinas Sat Pol PP dan Damkar Mamuju
Dalam penanganan kebakaran tersebut, semua unsur dikerahkan dengan kekuatan penuh. Armada Kodim 1418 Mamuju, Korem 142 Tatag, hingga Polda Sulbar turun tangan membantu. Namun keterbatasan armada Damkar Mamuju tetap menjadi ganjalan besar.
Dari total hanya 5 unit yang dimiliki, hanya 3 yang bisa beroperasi. Dua unit lainnya sudah lama terbaring rusak di halaman parkir Markas Damkar Mamuju. Parahnya, rata-rata armada yang tersisa sudah berumur belasan hingga di atas 20 tahun, dengan hanya satu unit yang tergolong baru.
Sementara itu, Beban petugas Damkar kian berat. Selain harus sigap memadamkan api, mereka juga menyuplai air bersih ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan, seperti menyuplai air bersih ke Pelabuhan Lanal Mamuju, untuk dibawa ke pulau Balak-balakang yang mengalami kekeringan. Kondisi ini membuat armada yang tersisa bekerja di atas batas normal.
Randy mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah. Setiap tahun, pihaknya sudah mengusulkan pengadaan armada baru, namun belum pernah ada realisasi hingga saat ini.
“Kami hanya bisa pasrah. Armada tua ini napasnya tersengal-sengal, tapi kami paksa terus. Kalau satu tambahan mogok lagi, kami benar-benar lumpuh,” keluhnya.
Randi menambahkan setiap tahun pihaknya mengusulkan untuk pengadaan armada baru untuk melayani warga dalam kota Mamuju. namun, hingga kini belum ada realisasi.
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat Mamuju untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar di musim kemarau ini, karena bisa berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,”imbau Randy
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Damkar Mamuju


