Dievakuasi 7 Kilometer, Ibu Hamil Melahirkan di Tengah Perjalanan
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITAWARGA_MAMASA — Perjalanan menuju fasilitas kesehatan berubah menjadi perjuangan hidup dan mati bagi Salmawati, 17 tahun, warga Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Dalam kondisi hamil dan membutuhkan pertolongan medis, Salmawati harus dievakuasi dari Dusun Sambaho pada Sabtu (19/9/2026).
Sekitar pukul 14.00 WITA, warga mulai membawanya keluar dari dusun. Bukan dengan kendaraan medis, melainkan melalui jalur yang sulit ditempuh kendaraan roda empat.
Jarak sekitar 7 kilometer harus dilalui untuk mencapai titik yang bisa dijangkau kendaraan.
Namun perjalanan belum sampai tujuan.
Di tengah medan yang sulit, Salmawati mulai merasakan tanda-tanda persalinan. Warga yang panik kemudian mencari rumah warga yang bisa dijadikan tempat untuk melahirkan.
Sebelum Magrib, Salmawati akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki.
Bukan di ruang bersalin rumah sakit. Bukan pula di ruang persalinan puskesmas.
Ia melahirkan di sebuah rumah warga, di tengah perjalanan evakuasi, dengan peralatan persalinan yang sangat terbatas.
Proses persalinan didampingi oleh bidan desa. Namun kondisi darurat belum berakhir.
Sesaat setelah dilahirkan, bayi tersebut sempat tidak bernapas dan membutuhkan penanganan segera.
Warga dan tenaga kesehatan pun kembali berpacu dengan waktu.
Setelah kondisi memungkinkan, evakuasi dilanjutkan hingga mencapai titik yang dapat dilalui kendaraan. Salmawati bersama bayinya kemudian dibawa menuju Puskesmas Mambi untuk mendapatkan penanganan medis.
A. Nurwahidah dari bidang Desa Pamoseang mengatakan, kondisi akses menuju wilayah tersebut memang menjadi salah satu kendala utama ketika warga membutuhkan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat.
“Pasien melahirkan dengan selamat di rumah warga, dan melahirkan bayi laki – laki, namun pasien bersama bayinya harus dibawa ke puskesmas untuk mendapat pertolongan medis,”ujar Wahidah
Menurutnya, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh dan dalam kondisi medan yang sulit sebelum bisa mendapatkan akses kendaraan.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi, terutama bagi ibu hamil, orang sakit, maupun warga dalam kondisi darurat, membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Peristiwa yang dialami Salmawati menjadi gambaran nyata betapa beratnya perjuangan warga di wilayah terpencil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sepanjang 2026, setidaknya 10 warga dari wilayah Pamoseang–Indobanua telah terdokumentasi harus dievakuasi dengan cara ditandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di wilayah terpencil bukan hanya soal ketersediaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan.
Ada persoalan lain yang tak kalah serius. akses jalan, jarak, keterbatasan kendaraan, serta sulitnya proses evakuasi ketika warga berada dalam keadaan darurat.
Salmawati menjadi salah satu gambaran paling nyata.
Kisah Salmawati bukan sekadar tentang seorang ibu yang melahirkan di tengah perjalanan.
Ini adalah potret perjuangan warga di pelosok Mamasa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dan bagi masyarakat Pamoseang serta Indobanua, perjalanan menuju layanan kesehatan
masih menjadi perjuangan yang belum selesai.
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Bidang Desa Pamoseang


