Polsek Mamuju & Damkar Jadi “Tembok Terakhir” Lawan Api di Sumare
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITAWARGA_MAMUJU – Kepulan asap hitam pekat tiba-tiba membubung tinggi di Dusun Lambagu, mengubah langit sore menjadi kemerahan yang mencemaskan. Siang hingga malam, personel Polsek Mamuju dan petugas Damkar bertarung sengit melawan si jago merah yang melahap kawasan hutan dan lahan di Desa Sumare, Kecamatan Simboro.
Begitu laporan warga masuk bagaikan alarm tempur, aparat kepolisian langsung melesat ke lokasi. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pemadam, tetapi juga menjadi tameng bagi warga mengamankan permukiman dari ancaman api yang merambat cepat. Di tengah teriknya suhu dan kepungan asap, mereka bahu-membahu dengan Damkar, membasahi tanah kering yang siap menyulut lebih besar.
Namun, perjuangan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Medan yang berbukit dan kontur tanah yang sulit menjadi rintangan pertama. Tantangan paling berat datang dari angin yang bertiup kencang dan berubah-ubah arah, seolah membiarkan api bermain sesuka hati. Tetapi, semangat para petugas gabungan tak kunjung padam. Mereka terus menekan, terus memompa air, hingga akhirnya kobaran mulai takluk dan bisa dikendalikan.
Kapolsek Mamuju, AKP Mustapa, menegaskan bahwa kehadiran anggotanya di garis depan adalah wujud nyata kecepatan Polri dalam merespons penderitaan rakyat. “Kami tak mau rakyat kehilangan rumah atau hutan mereka habis terbakar. Ini soal keselamatan dan keberlanjutan,” tegasnya.
Di sela-sela menyeka keringat dan debu, petugas tak lupa menyampaikan pesan penting: Jangan membuka lahan dengan membakar. Musim kemarau sedang puncaknya, dan sepercik api bisa berubah menjadi bencana besar. Polsek Mamuju berkomitmen untuk terus bersinergi dengan semua pihak, karena melindungi lingkungan berarti melindungi masa depan kita bersama.
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Polresta Mamuju


