Polresta Mamuju Lawan Api Dengan Water Canon, Pemukiman Warga Selamat
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITAWARGA_MAMUJU, – Langit malam di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, tak seperti biasanya. Selasa malam, 8 Juli 2026, pekat asap bercampur semburat jingga menyala dari kejauhan.
Api terus menjilat lahan kering, dan angin berhembus kencang—ancaman nyata bagi pemukiman warga yang hanya berjarak puluhan meter dari kobaran.
Polresta Mamuju tak tinggal diam. Satu unit Armoured Water Cannon (AWC) alias meriam air lapis baja segera dikerahkan ke lokasi.
Bukan untuk menghadapi kerusuhan, melainkan untuk melawan “si jago merah” yang mengamuk.
“Kami tidak bisa menunggu. Api ini dekat dengan warga, jaraknya sekitar 50 meter dari jalan poros dan pemukiman. Kami harus sigap,” ujar Kasat Samapta AKP Sirajuddin dengan nada tegas namun penuh kewaspadaan.
Gotong Royong Melawan Bara
Tak sendiri, Polresta Mamuju bahu-membahu dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju, Damkar Provinsi Sulawesi Barat, serta mendapat dukungan pasokan air dari mobil tangki milik Kementerian Pekerjaan Umum dan BPBD Provinsi Sulawesi Barat.
Mereka bagaikan pasukan gabungan yang bersatu dalam satu misi: selamatkan rumah-rumah warga.
Di sela guyuran air yang deras, Sirajuddin juga melapor bahwa koordinasi dengan Kepala Desa Sumare telah dilakukan.Warga pun disiagakan untuk jadi mata dan tangan tambahan di lapangan.
“Kami bersama kepala desa sudah mengimbau warga agar siaga. Kalau api merambat, mereka sudah tahu harus ke mana dan bagaimana membantu,” jelasnya.
Tak hanya itu, koordinasi dengan Dinas Kehutanan pun digalang untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara lebih terstruktur. Semua bergerak cepat, karena waktu adalah nyawa.
Puluhan Hektare Hangus, Empat Dusun Terancam
Berdasarkan pemantauan tim gabungan di lapangan, api telah menghanguskan puluhan hektare lahan yang tersebar di empat titik rawan:
· Dusun Talise Lambang
· Dusun Tanjung Batu
· Dusun Tanjung Batu Selatan
· Dusun Malauwa Utara
Dari keempat lokasi itu, Talise Lambang menjadi yang paling dikhawatirkan. Bayangkan, kobaran api hanya berjarak sekitar 50 meter dari jalan poros dan permukiman padat penduduk. Jika dibiarkan, bukan tak mungkin rumah-rumah warga ikut menjadi korban.
“Di titik itulah kami fokuskan penyemprotan secara intensif. Baik menggunakan AWC maupun armada pemadam lain. Kami sasar area yang paling dekat dengan pemukiman,” terang Sirajuddin sambil menyeka keringat di dahinya.
Siaga Hingga Titik Akhir
Polresta Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait dan masyarakat hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman.
AKP Sirajuddin pun menyampaikan imbauan dengan nada mengingatkan:
“Kami minta masyarakat tidak membakar lahan sembarangan. Satu percikan bisa jadi malapetaka besar. Jika melihat titik api baru, segera laporkan agar kami bisa bertindak cepat.”pungkasnya
Di tengah malam yang masih diterangi cahaya merah dari kejauhan, personel gabungan terus bertahan. Guyuran air dari meriam diiringi asap yang mengepul menjadi pemandangan yang tak terlupakan sebuah gambaran nyata tentang kecepatan, keberanian, dan kebersamaan melindungi nyawa dan harta warga Mamuju.
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Polresta Mamuju


