Sutinah Suhardi Kecewa Angka Kunjungan Posyandu Minim
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITAWARGA_MAMUJU,- Bupati Mamuju, Dr. Sitti Sutinah Suhardi, meluapkan kekecewaannya terhadap rendahnya angka kunjungan masyarakat ke Posyandu. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Mamuju itu secara tegas menyoroti kurangnya keterlibatan jajaran pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan dalam mendorong partisipasi masyarakat.
Kekecewaan tersebut disampaikan Sutinah saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Implementasi Jejaring Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, serta Kesehatan Reproduksi dan Gerakan Taki ke Posyandu yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju di salah satu hotel di Mamuju.Selasa(03/11/2026)
Dalam arahannya, Bupati mengungkapkan bahwa capaian kunjungan Posyandu di Kabupaten Mamuju masih berada di angka 64 persen. Angka tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan, yakni sebesar 85 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Sebab, rendahnya kunjungan Posyandu berdampak langsung terhadap upaya pemantauan tumbuh kembang serta deteksi dini masalah kesehatan bayi dan balita, termasuk risiko stunting.
Bupati juga menyampaikan kekecewaannya kepada jajaran kepala Puskesmas di setiap kecamatan. Ia menilai, upaya menggerakkan masyarakat agar rutin membawa bayi dan balitanya ke Posyandu belum berjalan maksimal.
Tak hanya itu, pemerintah desa dan kecamatan juga menjadi sorotan. Sutinah menilai, kedua unsur pemerintahan tersebut belum menunjukkan keterlibatan aktif dalam mendukung kegiatan Posyandu di wilayah masing-masing.
Padahal, menurutnya, keberhasilan program kesehatan masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan maupun tenaga medis. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat desa dan dusun.
Ia pun meminta seluruh pihak untuk lebih aktif mengajak masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki bayi dan balita, agar rutin mendatangi Posyandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Selain meningkatkan cakupan imunisasi, kegiatan Posyandu juga menjadi sarana penting untuk memantau pertumbuhan anak, mengetahui kondisi gizi, serta mendeteksi sejak dini kemungkinan terjadinya stunting.
Sutinah juga mendorong setiap wilayah untuk menghadirkan inovasi dan pendekatan yang lebih efektif agar masyarakat memiliki kesadaran dan kemauan untuk datang ke Posyandu.
Sebagai bentuk dorongan terhadap peningkatan capaian tersebut, Bupati bahkan menjanjikan tambahan anggaran bagi desa dan kecamatan yang mampu meningkatkan angka kunjungan Posyandu di wilayahnya.
Ia berharap, langkah tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan kecamatan untuk lebih serius mengambil peran dalam menyukseskan program kesehatan ibu dan anak.
Bupati menegaskan, target kunjungan Posyandu sebesar 85 persen harus menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, Puskesmas, dan seluruh elemen masyarakat, capaian tersebut diharapkan dapat diwujudkan.
Upaya ini bukan semata mengejar angka statistik, tetapi memastikan setiap bayi dan balita di Kabupaten Mamuju mendapatkan hak pelayanan kesehatan, pemantauan pertumbuhan, dan perlindungan sejak dini.
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: Bupati Mamuju


