Edukasi Kesehatan dan Kreativitas: Integrasi Praktik Cuci Tangan dan Mewarnai dalam MPLS
- account_circle Baritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITAWARGA_MAMUJU,– Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Inpres Rimuku, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, pihak sekolah menggelar kegiatan yang memadukan aspek kesehatan dan pengembangan karakter siswa baru. Kamis (16/7/2026)
Kegiatan hari keempat diawali dengan praktik cuci tangan dan pemeriksaan kebersihan kuku yang dilakukan oleh panitia dan guru. Dalam pelaksanaannya, sekolah menggandeng salah satu perguruan tinggi kesehatan di Mamuju untuk memastikan edukasi kebersihan diri berjalan optimal.
Pemeriksaan kuku dan praktik cuci tangan ini merupakan bentuk langkah preventif terhadap berbagai penyakit yang dapat menyerang anak-anak, seperti gangguan perut dan penyakit lainnya akibat kebiasaan kurang menjaga kebersihan. Kegiatan ini sejalan dengan program Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digalakkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Setelah sesi kebersihan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba mewarnai yang bertema pengenalan karakter. Para siswa diberikan tugas untuk mewarnai gambar bangunan sekolah yang dilengkapi dengan pepohonan, murid, bendera, dan halaman sekolah. Yang menarik, peserta didik diwajibkan mewarnai sesuai dengan warna asli bangunan SD Inpres Rimuku.
Kegiatan mewarnai ini tidak hanya bertujuan mengasah kreativitas dan motorik anak, tetapi juga memperkenalkan lingkungan sekolah secara lebih mendalam melalui media visual.
Sesi Interaktif Bertabur Hadiah
Suasana semakin meriah ketika panitia menggelar sesi tanya jawab interaktif seputar praktik cuci tangan yang baik dan benar. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat diberikan hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi. Mulai dari alat tulis, buku gambar, hingga camilan sehat dibagikan kepada para siswa yang antusias mengacungkan tangan.
Langkah ini sengaja dilakukan panitia untuk menguji pemahaman anak-anak setelah mengikuti praktik cuci tangan. Pertanyaan yang diajukan pun sederhana, seperti “Kapan waktu yang tepat untuk mencuci tangan?”, “Berapa langkah mencuci tangan yang benar?”, hingga “Apa akibatnya jika tidak mencuci tangan sebelum makan?”
Siswa kelas satu, tampak gembira setelah berhasil menjawab pertanyaan dan mendapatkan hadiah.
Salah seorang guru menjelaskan bahwa pemberian hadiah ini bertujuan menanamkan kebiasaan baik sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar praktik, tapi benar-benar paham mengapa cuci tangan itu penting. Dengan kuis dan hadiah, mereka lebih termotivasi untuk memperhatikan dan mengingat materi yang disampaikan,” tuturnya.
Pelaksanaan MPLS di SD Inpres Rimuku telah memasuki hari keempat dari total lima hari pelaksanaan sesuai arahan Kemendikbudristek untuk jenjang SD.
Tanggapan Orang Tua
Para orang tua menyambut positif rangkaian kegiatan MPLS hari keempat ini. Salah seorang orang tua siswa, Ayu yang sebelumnya mengaku harus menunggu di sekolah hingga jam pulang karena anaknya belum berani ditinggal, kini mulai melihat perubahan pada anaknya.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu. Anak saya yang sebelumnya masih takut dan menangis kalau ditinggal, sekarang mulai terbiasa dan terlihat lebih percaya diri, terutama setelah ada kegiatan mewarnai dan praktik cuci tangan bersama teman-temannya. Apalagi dengan adanya kuis berhadiah, anak saya jadi lebih semangat,” ujarnya
Kepedulian orang tua terhadap masa transisi anak di lingkungan sekolah baru memang masih terlihat tinggi. Sejak hari pertama hingga hari keempat MPLS, sejumlah orang tua masih setia mengantar dan mendampingi anak-anak mereka, terutama siswa kelas satu, sebagai bentuk dukungan emosional agar anak lebih mudah beradaptasi.
Kehadiran orang tua di lingkungan sekolah selama masa MPLS memang diperbolehkan sebagai bagian dari proses adaptasi, dengan catatan pendampingan akan dikurangi secara bertahap. Orang tua juga mengapresiasi kolaborasi sekolah dengan perguruan tinggi kesehatan dalam mengedukasi kebersihan diri, karena menurut mereka hal ini penting untuk mencegah penyakit sejak dini.
“Kami senang sekolah tidak hanya fokus pada akademik tetapi juga memperhatikan kesehatan anak-anak. Edukasi cuci tangan dan pemeriksaan kuku ini sangat bermanfaat. Ditambah lagi anak-anak diajak interaktif dengan kuis berhadiah, jadi mereka tidak bosan dan lebih paham,” ungkap seorang orang tua lainnya yang turut mendampingi anaknya di sekolah.
- Penulis: Baritawarga
- Editor: Tim Rerdaksi
- Sumber: SD INPRES RIMUKU


