BUMDes Lebani Sukses Produksi 540 Butir Telur per Hari, Kini Terkendala Pemasaran
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju,- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Jaya Bersama, Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, sukses mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dengan produksi mencapai 540 butir telur per hari atau sekitar 18 rak.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana desa untuk ketahanan pangan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dari total 650 ekor ayam yang dipelihara, produksi telur saat ini terbilang stabil setiap hari.
Ketua BUMDes Maju Jaya Bersama, Yuliana, mengatakan hasil usaha kandang ayam mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Kandang ayam kami sudah menghasilkan hingga 18 rak telur per hari dari 650 ekor ayam yang ada,” ujarnya, Senin (27/04/2026).
Namun di balik capaian tersebut, BUMDes kini menghadapi tantangan pemasaran. Penjualan telur masih terbatas di Desa Lebani dan wilayah sekitar, sehingga produksi beberapa hari terakhir mulai menumpuk.
“Kami berharap ada kerja sama dengan dapur MBG agar produksi telur kami bisa terserap. Saat ini telur mulai menumpuk karena pemasaran menurun,” jelas Yuliana yang akrab disapa Ana.
Selain menopang perekonomian desa, usaha ayam petelur ini juga membuka lapangan kerja bagi warga setempat. Saat ini, dua warga telah dipekerjakan untuk mengelola dan mengawasi kandang ayam.
“Alhamdulillah, kami sudah mempekerjakan dua orang warga. Semoga ke depan bisa bertambah dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” tambahnya.
Salah satu pekerja kandang, Sarifuddin, mengaku bersyukur bisa bekerja di usaha milik desa tersebut. Menurutnya, pekerjaan itu membantu menambah penghasilan keluarga.
“Alhamdulillah, saya bisa bekerja di sini dan menambah pendapatan. Sebelumnya hanya bekerja di kebun, sekarang ada tambahan ekonomi,” ungkapnya.
Keberhasilan BUMDes Maju Jaya Bersama diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Diketahui, program ketahanan pangan desa bertujuan mewujudkan kemandirian pangan lokal melalui ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, aman, dan terjangkau.
Sesuai aturan pemerintah, minimal 20 persen Dana Desa dialokasikan untuk program ketahanan pangan yang melibatkan BUMDes, kelompok usaha masyarakat, serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Sahar
- Sumber: Tim liputan


