Mapolresta Mamuju Berdiri Sejak 1961, Kini Sempit dan Lapuk Butuh Bangunan Baru
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

oplus_2
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Mamuju – Kantor Polresta Mamuju yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, ternyata telah berdiri sejak tahun 1961. Bangunan yang kini menjadi pusat pelayanan kepolisian di wilayah Mamuju itu telah berusia sekitar 65 tahun dan kondisinya dinilai sudah tidak lagi memadai.
Gedung utama yang ditempati Kapolresta Mamuju Kombes Pol. Ferdyan Indra Fahmi beserta jajaran saat ini mengalami banyak kerusakan akibat faktor usia. Sejumlah bagian bangunan seperti rangka atap, dinding, hingga beberapa fasilitas penunjang mulai lapuk dan memerlukan pembenahan serius.
Selain kondisi fisik yang menua, keterbatasan ruangan juga menjadi persoalan utama. Beberapa ruangan bahkan harus ditempati dua bidang kerja sekaligus karena jumlah personel yang terus bertambah.
Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir menjelaskan, saat ini jumlah personel Polresta Mamuju mencapai sekitar 440 orang, sehingga gedung lama tersebut sudah tidak representatif lagi sebagai pusat pelayanan dan operasional kepolisian.
“Bangunan Mapolresta Mamuju sudah sangat tua dan dinilai tidak representatif lagi. Dengan jumlah personel mencapai 440 orang, beberapa ruangan bahkan digunakan dua bidang kerja sekaligus,” ujar Herman Basir.
Menurutnya, bangunan Mapolresta Mamuju juga pernah mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi pada era 1980-an. Namun saat itu bangunan hanya direnovasi tanpa pembangunan ulang secara menyeluruh.
Selain bencana gempa, musibah kebakaran juga pernah terjadi. Pada Sabtu, 25 Juni 2022, ruang Bagian Operasional (Bag Ops) terbakar akibat korsleting listrik. Setelah kejadian tersebut, ruangan kembali direnovasi agar dapat difungsikan.
“Ruang Bag Ops pernah terbakar akibat arus pendek listrik, kemudian direnovasi kembali agar bisa digunakan,” tambahnya.
Selama lebih dari enam dekade berdiri, bangunan Mapolresta Mamuju menjadi saksi berbagai peristiwa besar, terutama gempa bumi yang berulang kali mengguncang wilayah Sulawesi Barat.
Catatan Gempa Besar di Mamuju Sejak 1961 :
11 April 1967 (M 6,3)
Gempa yang memicu tsunami dan berdampak di wilayah Polewali Mandar. Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia.
23 Februari 1969 (M 6,9)
Gempa besar berpusat di laut mengguncang Majene-Mamuju. Tsunami setinggi 4 meter terjadi, menyebabkan 64 orang meninggal, 97 luka-luka, dan sekitar 1.300 rumah rusak.
6 September 1972
Gempa merusak disertai tsunami, tercatat sebagai salah satu gempa besar di kawasan Sulawesi Barat.
8 Januari 1984 (M 6,7)
Gempa kembali mengguncang Mamuju dan menyebabkan kerusakan rumah warga.
14–15 Januari 2021 (M 5,9 dan M 6,2)
Rangkaian gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Mamuju Thrust. Gempa utama 6,2 magnitudo menimbulkan kerusakan parah di Kabupaten Majene dan Mamuju, menelan korban jiwa serta ribuan warga mengungsi.
8 Juni 2022 (M 5,8)
Gempa siang hari memicu kepanikan warga dan menyebabkan sejumlah bangunan rusak.
Melihat kondisi bangunan yang semakin tua dan keterbatasan fasilitas, Polresta Mamuju telah mengusulkan pembangunan kantor baru pada tahun anggaran 2027.
Iptu Herman Basir berharap usulan tersebut mendapat perhatian dari Kapolri agar pelayanan hukum, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal dengan dukungan sarana yang layak.(*)
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Sahar
- Sumber: Tim liputan


