Israel Gempur Lebanon, AS Berdalih Tak Masuk Kesepakatan
- account_circle Beritawarga
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beritawarga_Timur tengah,- Satu hari setelah gencatan senjata antara AS dengan Iran, Israel menggempur Lebanon yang menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan mengalami luka-luka.
Israel beranggapan bahwa Lebanon tidak masuk dalam isi proposal Iran yang disetujui oleh Presiden Donal Trump. namun, pada faktanya salah satu proposal Iran justru menyerukan Penghentian perang diseluruh front, termasuk perlawanan Islam yang heroik di Lebanon.
“Sebanyak 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 orang terluka di seluruh Lebanon,” menurut dinas pertahanan sipil negara itu seperti dikutip dari Reuters.
Korban jiwa tertinggi terjadi di Beirut, di mana 91 orang tewas.
kesepakan gencatan senjata terancam gagal karena Israel menyerang Iran.
Iran mengumumkan pada Rabu (8/4/2026)
“jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran”.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa ketentuan gencatan senjata sangat jelas yakni Amerika Serikat harus memilih antara menghormati gencatan senjata atau melanjutkan perang melalui Israel.
“Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih—gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak bisa mendapatkan keduanya,” tulis Araghchi di akun X @araghchi, Rabu (8/4/2026).
Araghchi menekankan bahwa dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon pada serangan terbaru Israel Rabu (8/4/2026) kemarin.
Araghchi juga meminta AS tegas dengan menyebut bahwa tanggung jawab kini berada di tangan AS untuk menegakkan komitmennya.
“Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai dengan komitmennya,” tandasnya.
Presiden Donald Trump dan juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan, karena Hizbullah meluncurkan serangan terhadap Israel dari wilayah itu.
“Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata. Hal itu telah disampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam gencatan senjata,” tutur Leavitt.(*)
- Penulis: Beritawarga
- Editor: Sahar
- Sumber: tirto.id


